DRBD


Apa itu DRBD?

DRBD merupakan perangkat blok yang dirancang sebagai blok pembangun untuk membentuk kluster high availability (HA). Hal ini dilakukan dengan mirroring seluruh perangkat blok melalui jaringan yang ditugaskan. DRBD dapat dipahami sebagai jaringan yang berbasis raid-1. Pada ilustrasi di atas, kedua kotak oranye melambangkan dua server yang membentuk kluster HA. Kotak-kotak itu berisi komponen-komponen biasa dari kernel Linux: sistem berkas, buffer cache, disk scheduler, disk driver, TCP/IP stack, dan driver network interface card (NIC). Panah berwarna hitam mengilustrasikan aliran data antarkomponen ini. Panah berwarna oranye menunjukkan aliran data saat DRBD melakukan mirroring data dari layanan yang banyak tersedia dari node aktif kluster HA ke node standby kluster HA.

Apa itu HA?

The upper part of this picture shows a cluster where the left node is currently active, i.e., the service's IP address that the client machines are talking to is currently on the left node. Layanan, termasuk alamat IP-nya, dapat dimigrasikan ke node lain kapan pun, baik karena kegagalan node yang aktif atau tindakan administratif. Bagian bawah dari ilustrasi menunjukkan kluster yang terdegradasi. Dalam HA, migrasi layanan disebut failover, proses reversal-nya disebut failback dan saat migrasi dilakukan oleh administrator disebut switchover.

Apa yang dilakukan oleh DRBD?

Mirroring data penting

DRBD works on top of block devices, i.e., hard disk partitions or LVM's logical volumes. It mirrors each data block that it is written to disk to the peer node.

Dari sepenuhnya tersinkronisasi

Mirroring dapat dilakukan dengan ketat (sinkronisasi). Itu berarti bahwa sistem berkas pada node aktif menerima informasi bahwa penulisan blok telah selesai hanya saat blok mencapai kedua disk kluster. Mirroring sinkronisasi (disebut protokol C dalam istilah DRBD) adalah pilihan yang tepat untuk kluster HA di mana Anda tidak kehilangan satu transaksi jika ada crash sepenuhnya pada node aktif (primer dalam istilah DRBD).

Hingga tidak tersinkronisasi

Pilihan yang lain disebut mirroring asinkronisasi. Itu berarti bahwa entitas yang meminta permintaan tertulis telah menerima informasi tentang penyelesaiannya segera setelah data tertulis pada local disk. Asynchronous mirroring is necessary to build mirrors over long distances, i.e., the interconnecting network's round trip time is higher than the write latency you can tolerate for your application. (Note: The amount of data the peer node may fall behind is limited by bandwidth-delay product and the TCP send buffer.)

Paket Hosting SEO